pijat panggilan bsd serpong

Pijat panggilan BSD Serpong kali ini ingin membahas mengenai mitos yang beredar seputaran pijat. Terapi yang sudah menjadi ritual wajib orang Indonesia ketika pegal atau kurang sehat mempunyai beberapa hal yang tidak benar atau mitos. Kira kira apa saja mitosnya? Berikut ulasan lengkapnya.

Pijat Panggilan BSD Serpong 24 Jam

Mitos 1: Pijatan adalah pijatan – di mana pun akan sama saja.

Fakta: Semua pijatan memiliki tujuan. Pijat relaksasi memiliki tujuan untuk menenangkan pikiran dan tubuh.

Terapi pijat dalam pengaturan klinis atau rumah sakit diberikan oleh para profesional berlisensi yang dilatih untuk menemukan dan fokus pada bidang masalah.

Kamu mungkin datang dengan sakit punggung, misalnya, tapi rupanya masalahnya dimulai dari pergelangan kaki.

Terapi pijat dapat meningkatkan penyembuhan dan bila dikombinasikan dengan bantuan dari profesional medis lainnya, dapat meningkatkan hasil perawatan yang dilakukan.

Mitos 2: Terapi pijat hanya untuk otot.

Pijat Panggilan Gading Serpong Untuk Rematik

Fakta: Pijat tidak hanya untuk memanipulasi otot. Pijat dapat meregangkan area fasia yang mengencang, lapisan jaringan yang mulus menghubungkan otot, tulang, dan organ.

Pijat dapat secara manual memindahkan cairan untuk melonggarkan sendi, mengurangi pembengkakan dan membuat gerakan lebih mudah.

Penumpukan cairan pada gabungan artritis dapat dikurangi, sehingga mengurangi pembengkakan dan nyeri.

Pijat juga dapat meningkatkan aliran getah bening – cairan yang biasanya bergerak melalui tubuh untuk melawan infeksi – dengan mengurangi pembengkakan yang menyakitkan.

Pijat dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, yang menggerakkan nutrisi dan limbah pada tubuh, serta mempercepat penyembuhan.

Mitos 3: Efek pijatan hanya sementara.

Fakta: Terapis pijat yang baik tidak hanya mengatasi sakit dan nyeri sementara. Ia ingin pasien senyaman mungkin setelah efek pijatan hilang.

Otot memiliki ingatan yang panjang. Memegang mereka dalam posisi yang salah – seperti menjulurkan leher ke depan untuk melihat komputer selama bekerja – dapat mengganggu jalur saraf.

Ini memicu ketegangan leher dan bahu, nyeri punggung bagian atas, dan terkadang mati rasa dan kesemutan di tangan.

Pijat teratur yang dilakukan terapis akan mengatasi pola rasa sakit yang kamu rasakan dan membiasakan kembali otot untuk meningkatkan mekanika dan postur tubuh.

Mitos 4: Pijat tidak bisa membantu migrain.

Fakta: Terapi pijat adalah pengobatan komplementer untuk sakit kepala migrain. Menerapkan tekanan untuk memicu titik-titik di leher, bahu, kepala dan bahkan wajah dapat membantu melepaskan ketegangan otot yang merujuk ke daerah migrain.

Pijat dapat melepaskan ketegangan yang mengganggu pembuluh darah yang memasok otak.

Masalah yang ada pada fungsi pembuluh darah ini diyakini menghasilkan gejala migrain, seperti sakit kepala parah, gangguan penglihatan, mual, dan sensitivitas cahaya.

Mitos 5: Jangan menginterupsi terapis selama pijatan, meskipun itu terasa sakit.

Fakta: Itu tidak benar. Bicarakan semua yang kamu rasa pada terapis. Kamu mungkin merasa tidak nyaman saat terapis pijat memberikan tekanan yang dalam untuk melepaskan “simpul” jaringan otot.

Itulah beberapa mitos mengenai pijat panggilan BSD Serpong yang beredar di masyarakat.